Puluhan Santri Yatim-Dhuafa di Bekasi Keracunan Takjil

  • Whatsapp
ilustrasi (shutterstock)

WartaBekasi.co – Polisi mengusut dugaan keracunan takjil gratis yang dialami 70 orang santri di Pondok Pesantren Yatim Dhuafa dan Anak Terlantar Yayasan As-Shofiani Ahmadi, Bekasi. Pemeriksaan masih dilakukan.

“Iya, lagi didalami. Informasi awal 70 (santri keracunan),” ujar Kapolsek Tambelang AKP Shodirin kepada detikcom, Kamis (29/4/2021).

Read More

Peristiwa itu diduga terjadi pada Selasa (27/4). Mulanya, Ponpes Yayasan As-Shofiani Ahmadi mengadakan buka puasa bersama.

Saat itu ponpes tersebut menerima takjil dari seorang donatur. Donatur tersebut memberikan takjil berupa lontong sayur, es campur, dan kerupuk.

Donatur tersebut diduga mentransfer uang kepada sebuah warteg di kawasan Tambelang. Kemudian, donatur mempersilakan pihak Ponpes mengambil makanan di warteg tersebut untuk disantap para santri

“Takjil lontong sayur. Itu dari pihak (donatur) masih didalami dulu, kita belum tahu pasti,” ujar Shodirin.

Puluhan santri memakan takjil tersebut. Seketika para santri merasakan mual. Pengurus ponpes langsung mengantar para santri ke Puskesmas Cabangbungin.

“Sebagian sudah pada pulang, kemudian tinggal ada 21 (santri) tadi malam, menunggu pengobatan,” jelasnya.

Menurut informasi yang beredar, para guru dan pengurus Ponpes ada yang keracunan takjil juga. Polisi masih mendalami kasus ini. (detik)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *