Pedagang Pasar Daerah Bodebek dan Bandung Raya Segera Divaksin

  • Whatsapp
Petugas medis melakukan skrining lalu menyuntikan vaksin COVID-19 ke seorang dokter di RSUI, Kota Depok, Kamis (14/1). Program vaksinasi COVID-19 Sinovac tahap pertama diberikan kepada para tenaga kesehatan dan dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia.(Foto: Ahmad Fachry)

WartaBekasi.co – Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat menargetkan vaksinasi gelombang kedua dilaksanakan awal Maret 2021. TNI, Polri, PNS, guru hingga pedagang pasar masuk dalam kategori penerima vaksin gelombang ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja usai meninjau vaksinasi di Puskesmas Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu 17 Februari 2021.

Read More

Setiawan mengatakan, vaksinasi gelombang kedua dapat dilaksanakan bagi daerah yang telah merampung vaksinasi bagi tenaga kesehatan, maksimal akhir Februari ini.

“Jadi tidak menunggu seluruh daerah dulu selesai, tapi daerah mana yang sudah selesai dan siap untuk gelombang kedua, dapat langsung melaksanakannya,” kata Setiawan yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat ini.

Ditinjau dari pendistribusian vaksin pertama beberapa pekan lalu, Bodebek dan Bandung Raya diprediksi menjadi wilayah yang lebih dulu melakukan vaksinasi.

“Karena memang dua wilayah ini kan lebih awal, jadi selesainya pun lebih awal. Termasuk Kabupaten Bekasi yang sempat terlambat, bisa mengejar menjadi yang pertama,” ucap dia.

Meski demikian, vaksinasi gelombang kedua sangat bergantung pada distribusi yang dilakukan pemerintah pusat. Setiawan berharap, pemerintah pusat dapat mengirimkan vaksin gelombang kedua sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

“Distribusi vaksin ini kan dari pemerintah pusat, kami harapkan sesegera mungkin didistribusikan karena target kami untuk nakes ini di akhir Februari ini kemudian dilanjutkan gelombang kedua. Apalagi tahap berikutnya ini akan lebih banyak karena menyasar profesi pelayan publik di antaranya TNI, Polri, ASN, tenaga pendidik, dan pedagang pasar,” ucapnya.

Masuknya pedagang pada gelombang kedua dimaksudkan agar dapat membantu memulihkan perekonomian.

Sedangkan vaksin bagi tenaga pendidik agar kegiatan belajar tatap muka kembali digelar. Namun demikian, vaksinasi gelombang kedua pun turut dipengaruhi oleh kesiapan daerah.

“Ini berkaitan dengan kesiapan daerah mencukupi kebutuhan sumber daya tenaga vaksinator hingga tempat pelaksanaan vaksinasi. Barangkali membutuhkan bantuan dari provinsi, kami siap membantunya tapi sejauh ini kesiapannya sudah cukup baik,” ucap dia.(***/pikiran rakyat)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *