Imbas Pandemi, 1.601 Tenaga Kerja Kena PHK di Kota Bekasi

  • Whatsapp
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

WartaBekasi.co – Dengan kondisi pandemi Covid-19 membuat jumlah PHK Kota Bekasi makin meningkat

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Ika Indah Yarti menuturkan sebanyak 1.601 perkerja dan buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat beberapa perusahaan terdampak pandemi Covid-19.

Read More

Data tersebut berdasarkan laporan dari perusahaan yang terdaftar di basis data Disnaker Kota Bekasi, terhitung sejak Maret hingga Desember 2020.

“Terjadi gelombang PHK tenaga kerja dan penurunan pendapatan sebagai akibat terganggunya kegiatan usaha pada sebagian sektor. Sebanyak 1.601 pekerja terkena PHK,” ungkap Ika saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Sabtu (30/1/2021).

Selain itu, sebanyak 411 pekerja dirumahkan dan sebanyak 923 orang diliburkan, sebagai akibat sejumlah perusahaan mengalami penurunan produksi bahkan berhenti produksi.

“Dari sisi pengusaha, Pandemi Covid-19 menyebabkan menurunnya kegiatan usaha dan rendahnya kemampuan bertahan pengusaha dalam masa pandemi,” katanya.

Berdasarkan data, total jumlah perusahaan yang terdaftar di Disnaker Kota Bekasi sebanyak 2.203 perusahaan dengan total pekerja 84.777 pekerja atau buruh.

Apabila data pekerja yang terdampak dikomparasikan, maka persentase jumlah pekerja/buruh yang terkena PHK di Kota Bekasi dalam masa pandemi bertambah 1,9 persen.

Dan persentase jumlah pekerja atau buruh yang dirumahkan bertambah 0,5 persen.

Sementara itu, merujuk data jumlah PHK pekerja atau buruh se-Provinsi Jawa Barat update data tanggal 20 November 2020 Disnakertrans Provinsi Jawa Barat adalah sebanyak 19.384 pekerja/buruh dan yang dirumahkan sebanyak 80.151 pekerja atau buruh.

Pengangguran di Kabupaten Bekasi

Kenaikan signifikan angka pengangguran terjadi karena pandemi corona ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Barat mencatat angka pengangguran di Kabupaten Bekasi, pada 2020 sebesar 11,54 persen atau 200.000 orang lebih.

Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan 2019 lalu yang mencapai angka 8,4 persen atau 158.958 orang.

Banyak pekerja yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PKH) maupun di rumahkan.

Sementara lowongan pekerjaan untuk angkatan kerja baru juga masih sangat minim.

“Ada beberapa faktor terjadi kenaikan angka pengangguran, mulai melemahnya sektor dunia usaha karena pandemi corona. Perusahaan banyak yang merumahkan pekerjanya, mereka yang bertahan juga tidak lagi mampu menyerap angkatan kerja baru,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup, pada Kamis (21/1/2021).

Suhup menjelaskan kenaikan signifikan baru-baru ini juga dikarenakan adanya angka kerja baru yang tidak langsung dapat pekerjaan.

“Memang ada kenaikan angka pengangguran, karena itu ditambah dengan angkatan kerja tahun ini yang baru lulus,” ungkapnya.

Menurut dia, angka kerja baru itu setiap tahun itu ada 10.000 sampai 15.000.

Sedangkan dalam situasi pandemi corona ini penyerapan dari perusahaan, belum maksimal.

Terkait maraknya PHK di sejumlah industri, dia sangat disesalkanya, karena sikap dari pelaku usaha yang tidak melaporkan adanya pengurangan jumlah karyawan.

Padahal, data tersebut penting sebagai dasar untuk melakukan sejumlah program pemulihan perekonomian.

“Selama ini ada perusahaan-perusahaan yang memang tidak terbuka kepada kami. Makanya, kami akan turun ke lapangan, mengarahkan perusahaan agar membuka lowongan kerja untuk masyarakat Kabupaten Bekasi,” tegasnya.

Saat ini Pemkab Bekasi dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi telah merencanakan beragam upaya untuk menekan angka pengangguran.

Mulai dari memberikan pelatihan, proses kerjasama magang, hingga pendataan ke perusahaan terkait adanya lowongan kerja.

“Rencana kita juga tengah bahas menggelar job fair secara online. Maka lagi kita sisir ke perusahaan ada tidaknya lowongan pekerjaan,” paparnya. (wartakota)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *