Beresiko Jadi Penyebaran Covid-19, DPRD Bekasi minta Pemkot Tutup THM

  • Whatsapp
Ilustrasi/Shutterstock

WartaBekasi.co – Pemerintah Kota Bekasi akan mempertimbangkan untuk menutup tempat hiburan di wilayah yang masuk dalam zona merah untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Adapun sejak PSBB dilonggarkan, tempat hiburan di Kota Bekasi sudah mulai beroperasi. Mulai dari spa, karaoke, reflexi, dan tempat hiburan malam.

Read More

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Juwono Putro meminta Pemerintah segera menutup tempat hiburan di wilayahnya.

“Pemkot perlu melakukan review dan evaluasi terhadap kegiatan bisnis yang memiliki low economical impact, sementara mengandung high health impact dengan menghentikan sementara hingga waktu yang tepat,” ujar Chairoman saat dihubungi, Kamis (21/8/2020).

Menurut dia, sejak tempat hiburan beroperasi di Kota Bekasi banyak kegelisahan dari masyarakat akan penyebaran Covid-19.

Sebab di tempat hiburan tersebut, sebagian masyarakat tak mematuhi protokol kesehatan.

Apalagi jumlah kasus Covid-19 sudah melonjak tinggi. Terakhir Covid-19 di Kota Bekasi tercatat ada 1.324 kasus.

“Pada rapat paripurna kemarin juga sudah disampaikan hal yang sama oleh salah satu anggota DPRD, yaitu kegelisahan akibat kegiatan THM (tempat hiburan malam) Holywing yang meresahkan masyarakat di tengah Pandemi Covid 19 ini,” kata dia.

“Saya yakin halnya sama juga dialami oleh beberapa titik lokasi THM di Kota Bekasi,” tambah Chairoman.

Sementara, salah satu Anggota DPRD, Nicodemus Godjang menyampaikan pengawasan di tempat hiburan sangatlah sulit.

Apalagi dengan personel yang sedikit, menurut Nico, Pemkot tidak bisa memastikan bahwa seluruh tempat hiburan mentaati protokol kesehatan.

“Tidak bisa diawasi memang (tempat hiburan), sejak awal memang saya tidak setuju kalau tempat hiburan dibuka kan,” ucap Nidco.

Dia mengatakan, sebenarnya untuk perputaran perekonomian, tempat hiburan tak memberi pemasukan yang besar bagi Kota Bekasi.

Menurut dia, lebih baik mal, tempat makan atau restoran, dan pasar yang tetap beroperasi dengan pengawasan protokol kesehatan lebih ketat.

“Ya yang punya potensi perputaran ekonomi seperti pasar, restoran, mal. Nah itu bisa dijaga lebih ketat lagi lah protokol kesehatannya.

Jadi jangan semua dibuka (tempat hiburan) seolah-olah sudah bebas Covid-19,” ucap dia.

Ia berharap Pemerintah mengevaluasi penutupan tempat hiburan mengingat jumlah kasus Covid-19 yang terus melonjak. (kompas)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *