Tempat Hiburan dan Restoran di Bekasi Langgar Protokol Kesehatal

  • Whatsapp

WartaBekasi.co – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi mencatat 25 persen tempat hiburan dan restoran melanggar protokol kesehatan.

Hal itu berdasarkan hasil pengawasan tim monitoring dalam dua bulan terakhir.

Read More

Kepala Disparbud Kota Bekasi Tedy Hafni mengatakan, ada sekitar 1.500 lokasi yang dikunjungi selama proses monitoring.

Lokasi itu terdiri dari restoran, tempat hiburan, tempat bermain anak, karoke, spa, serta refleksi.

“Kita sudah mulai dari awal Juni, hingga sekarang ini.”

“Hasil pengecekan 25 persen masih melakukan pelangggaran,” kata Tedy, Senin (27/7/2020).

Angka kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan pada Bulan Juli ini, sudah jauh meningkat dibandingkan pengecekan pada awal Juni 2020.

Pelanggaran yang dilakukan juga ringan, seperti tidak menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan, hingga pemakaian masker yang tidak sesuai.

“Bukan pelanggaran berat, tapi pelanggaran ringan pake masker di leher, tidak disediakan cuci tangan, lupa pake face shield.”

“Jadi nilai perkembangannya ke sini alhamdulilah masyarakat dan konsumen lebih baik,” ungkapnya.

Tedy menuturkan, proses monitoring melibatkan unsur Dinas Perdagangan dan Perindustrian, kecamatan, kelurahan, hingga aparat kepolisian dan TNI.

Proses pengawasan dan monitoring ini bakal terus dilaksanakan secara berkala.

Diharapkan para pelaku usaha mematuhi protokol kesehatan dan selalu mengingatkan pengunjungnya untuk mematuhi aturan.

“Ini harus kerja sama semua pihak, para pemilik usaha ini utamanya harus patuh, karena jika tidak dia yang rugi bakal kita tutup kembali,” bebernya.

Tedy menambahkan, pembukaan kegiatan ekonomi seperti tempat hiburan malam dan SPA itu agar tidak ada lagi masyarakat yang terkena PHK.

Artinya, pemerintah tak hanya memikirkan pemasukan daerah atau pendapatan asli daerah (PAD). Akan tetapi juga nasib para pekerjanya.

“Paling tidak kalau sudah dibuka ini harapan masyarakat dan pelaku usaha bisa terbuka lagi.”

“Paling tidak manusia itu diberikan harapan, dan berusaha usaha, paling tidak besok masih punya mimpi esok jual apa, dapat uang berapa”.

“Kalau ditutup sama sekali kan boro-boro punya mimpi,” paparnya. (wartakota)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *